KONSTITUSI YANG BERLAKU DI INDONESIA

  • Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)

UUD 1945 dirancang oleh BPUPKI sebelum kemerdekaan bangsa indonesia diproklamasikan. Rancangan itu kemudian disahkan oleh PPKI menjadi kostitusi negara republik Indonesia. UUD 1945 disahkan sebagai langkah untuk menindaklanjuti proklamasi kemerdekaan RI. Begitu kemerdekaan diproklamasikan, Indonesia lahir sebagai negara. Sebagai negara, dengan sendirinya Indonesia harus memiliki konstitusi untuk mengatur kehidupan ketatanegaraannya. Untuk itu, UUD 1945 disahkan menjadi konstitusi. Sebagai konstitusi negara, UUD 1945 berisi hal-hal prinsip tentang negara Indonesia. Hal-hal itu diantaranya mencakup dasar negara, tujuan negara, bentuk negara, bentuk pemerintah, sistem pemerintahan dan pembagian kekuasaan. Dari hal-hal pokok ini, empat yang terakhir yakni : bentuk negara, bentuk pemerintahan, dan sistem pemerintahan.

Menurut UUD 1945 bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. Hal ini sesuai dengan pasal 1 ayat (1). Dengan bentuk kesatuan,kekuasaan negara dikendalikan atau dipegang oleh pemerintah pusat. Namun, pemerintah puasat dapat menyerahkan sebagian urusannya kepada pemerintah daerah disebut sebagai desentralisasi. Sebagai negara kesatuan, Indonesia menggunakan dan mengembangkan sistem desentralisasi seperti yang diatur dalam pasal 18 UUD 1945. Setiap daerah bersifat otonom, yakni memiliki wewenang untuk mengatur urusannya sendiri. Tetapi, hal ini menyangkut masalah administrasi belaka, serta tidak menjadikan daerah sebagai “ negara” yang tersendiri. Di dalam wilayahnya Indonesia tidak akan memiliki daerah yang bersifat staat (negara)-tidak akan ada “negara” didalam negara.

Daerah-daerah Indonesia dibagi kedalam daerah provinsi dan daerah provinsi akan dibagi pula menjadi daerah yang lebih kecil yang masing-masing memiliki otonomi. Pembagian atas daerah-daerah otonomi ini dilakukan dengan undang-undang. Di setiap daerah yang bersifat otonom dibentuk badan perwakilan/permusyawaratan rakyat karena pemerintahan daerah pun akan menjalankan prinsip permusyawaratan (musyawarah) yang demokratis. Continue reading →

Makalah IPS: Keragaman Bentuk Permukaan Bumi

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kita ketahui bahwa manusia tinggal di lingkungan yang beragam. Sebagian dari mereka tinggal di pegunungan dan sebagian lainnya tinggal di pantai yang datar atau di wilayah perbukitan. Keragaman tersebut memengaruhi kehidupan manusia. Manusia yang tinggal di pegunungan memiliki corak kehidupan yang berbeda dengan mereka yang tinggal di pantai. Demikian pula dengan orang yang tinggal di perbukitan dan lembah sungai. Masing-masing menyesuaian diri atau beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut para ahli, keragaman bentuk permukaan bumi ini disebabkan oleh dua kekuatan, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Apa itu tenaga endogen dan tenaga eksogen? Tenaga Endogen adalah tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari dalam bumi, sedangkan Tenaga Eksogen  adalah tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari luar  bumi. Tenaga endogen bersumber dari magma yang bersifat membangun (konstruktif). Tenaga ini meliputi tektonisme, vulkanisme dan gempa bumi. Tenaga eksogen merupakan tenaga yang bersifat merusak kulit bumi. Factor-faktor yang berpengaruh terhadap tenaga eksogen ini meliputi air, angin, makhluk hidup, sinar matahari, dan gletser. Kedua tenaga ini menghasilkan rupa muka bumi yang beraneka ragam bentuknya baik di daratan maupun dasar laut.

Rumusan Masalah

Untuk lebih memudahkan pembahasan materi, maka kami membuat rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaiman Proses Pembentukan Muka Bumi
  2. Bagaimana Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan Manusia

Tujuan Penulisan 

Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk Mengetahui Proses Pembentukan Muka Bumi
  2. Untuk Mengetahui Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan Manusia. Continue reading →

Pengaruh Jepang Dalam Bidang Pendidikan, Penggunaan Bahasa, Dan Budaya Indonesia

A.    Pengaruh Jepang Dalam Bidang Pendidikan

Masa pendudukan Jepang di Indonesia adalah masa yang sangat berpengaruh bagi perkembangan Indonesia. Umumnya beranggapan bahwa masa pendudukan Jepang adalah masa paling kelam dan penuh penderitaan. Akan tetapi tidak semuanya itu benar, ada beberapa kebijakan pemerintah pendudukan Jepang yang memberikan dampak positif, salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Continue reading →

Mengenal Pahlawan Indonesia: Pattimura

Pattimura mempunyai nama asli Thomas Matulessi. Ia dilahirkan di Saparua, Maluku pada tahun 1783. Pattimura adalah pemimpin rakyat Maluku dalam melawan penjajah Belanda. Selama perjuangannya, Pattimura dibantu oleh Kristina Martha Tiahahu.

Munculnya perlawanan rakyat Maluku disebabkan oleh tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Belanda. Dibawah pimpinan Pattimura, rakyat Maluku melakukan perlawanan. Pada tahun 1817. Perlawanan rakyat Maluku bermula di Saparua. Perlawanan tersebut kemudian berkobar di pulau-pulau lainnya.

Pada tanggal 16 Mei 1817, Benteng Belanda Duurstede berhasil direbut oleh rakyat Msluku. Kekalahan tersebut memaksa pihak Belanda mengirimkan pasukan yang lebih besar ke Maluku. Akibatnya, kekuatan menjadi tidak seimbang. Di bawah pimpinan Laksamana Buykes, Belanda berhasil mendesak pasukan Pattimura. Akhirnya, Pattimura dan para pejuang lainnya ditangkap. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dijatuhi hukuman gantung.

 

Mengenal Pahlawan Indonesia: Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol (Photo credit: Wikipedia)

Imam Bonjol mempunyai nama asli Peto Syarif dan Mohammad Shahab. Bonjol adalah nama daerah di Sumatera Barat, tempat ia tinggal dan dilahirkan. Oleh sebab itu, ia disebut Tuanku Imam Bonjol.

Pada abad ke-19, di Sumatera Barat terdapat dua kelompok masyarakat yang saling bertentangan. Kedua kelompok masyarakat tersebut adalah Kaum Paderi dan Kaum Adat. Kaum Paderi adalah golongan pemeluk agama Islam yang tidak terpengaruh oleh adat kebiasaan. Kaum Adat adalah golongan pemeluk agama Islam yang masih terpengaruh oleh adat kebiasaan setempat. Adat kebiasaan itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, misalnya berjudi, minum minuman keras, dan menyabung ayam.

Karena perbedaan tersebut, Kaum Paderi dan Kaum Adat terlibat perselisihan paham yang cukup sengit. Perselisihan paham itu sampai menjurus pada pertempuran fisik. Imam Bonjol adalah pemimpin Kaum Paderi. Dalam pertempuran itu, Kaum Adat terdesak. Setelah terdesak, Kaum Adat meminta bantuan kepada Belanda. Akibatnya, meletuslah Perang Paderi dari tahun 1821 sampai 1827.

Bantuan Belanda kepada Kaum Adat sebenarnya hanyalah siasat saja. Belanda berusaha mengadu domba sesame rakyat Indonesia. Belanda hanya memanfaatkan situasi perselisihan antara kaum Adat dan Kaum Paderi. Mereka menyadari telah diadu domba oleh Belanda. Mereka akhirnya bergabung dan bersama-sama melawan Belanda. Setelah mereka bersatu, pasukan Belanda dapat dipukul mundur. Bahkan, benteng Belanda di Batu Sangkar dapat dikuasai oleh kaum Adat dan kaum Paderi.

Pada tahun 1873, pasukan Belanda dibawah pimpinan Kolonel Michiels kembali menyerang Bonjol. Belanda melakukan serangan besar-besaran. Akibatnya, pasukan Imam Bonjol kewalahan menghadapi Belanda. Akhirnya, Benteng Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Imam Bonjol ditangkap pada tanggal 25 Oktober 1837. Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur kemudian dipindahkan ke Ambon, dan terakhir ke Manado. Pada tanggal 6 November 1864, Imam Binjol wafat. Jasadnya dimakamkan di Desa Pineleng, Manado.