Baby Next Door

Sekarang sudah memasuki hari ketiga libur musim panasku. Sayang, aku sama sekali belum bisa menikmatinya seperti liburanku yang lalu. Alasannya, karena aku terlalu lelah keesokan harinya. Sudah seminggu ini bayi laki-laki keluarga Kingsley, Andrew, menangis dengan sangat keras setiap malamnya. Kami sekeluarga yang berada tepat di samping rumah mereka sama sekali tidak bisa tidur malam dengan nyenyak. Ayah dan Ibuku juga terlihat kelelahan, padahal mereka berdua harus bekerja esok harinya.

Keluarga Kingsley terdiri dari Tuan dan Ny. Kingsley serta kedua orang putranya, George (7 tahun) dan Bayi Andrew (8 bulan). Ibu Tuan Kingsley, Ny. Mary Ann sebelumnya juga tinggal bersama mereka, tapi beberapa bulan sebelum menantunya melahirkan Andrew, dia pindah ke panti jompo. Dan malangnya, sehari sebelum George -cucu kesayangannya- merayakan ulang tahun yang ke tujuh, tepatnya tiga minggu yang lalu, Ny. Mary Ann yang diizinkan berkunjung ke rumah untuk perayaan, jatuh di kamar mandi dan kepalanya membentur sisi bathtub. Dia dibawa ke rumah sakit dan sampai sekarang masih koma. Walaupun aku tidak terlalu suka pada Ny. Mary Ann karena perangainya yang kasar dan tidak ramah, aku kasihan juga dengan kondisinya yang sekarang.

Continue reading Baby Next Door

Advertisements

Untitled – Chapter 2

Yosh! Chapter 2 di sini. Aku masih belum menemukan judul yang tepat dan sepertinya belum ada yang membacanya chapter 1 (kasian,kasian, kasian). Tapi, tidak apa-apa, selama aku masih senang menulis cerita ini (semoga bisa sampai selesai). Yosh! Semangat! Siapa pun yang membaca, aku tunggu kritik dan sarannya ya! Selamat membaca 🙂

Continue reading Untitled – Chapter 2

Untitled – Chaper 1

Akhirnya setelah banyak pertimbangan dan tebal muka, aku memutuskan  untuk menulis hasil dari imajinasi setelah nonton anime dan membaca manga. Kalau cerita ini bisa selesai, maka ini akan menjadi seri pertamaku (Walaupun jelek, aku akan tetap bangga). Aku akan sangat berterima kasih bagi siapapun yang membacanya dan bisa menyempatkan diri untuk memberi kritik dan saran. O ya, maaf judulnya belum ada (belum kepikiran). Selamat membaca!

Please, Continue reading!