Mengenal Pahlawan Indonesia: Tuanku Imam Bonjol


Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol (Photo credit: Wikipedia)

Imam Bonjol mempunyai nama asli Peto Syarif dan Mohammad Shahab. Bonjol adalah nama daerah di Sumatera Barat, tempat ia tinggal dan dilahirkan. Oleh sebab itu, ia disebut Tuanku Imam Bonjol.

Pada abad ke-19, di Sumatera Barat terdapat dua kelompok masyarakat yang saling bertentangan. Kedua kelompok masyarakat tersebut adalah Kaum Paderi dan Kaum Adat. Kaum Paderi adalah golongan pemeluk agama Islam yang tidak terpengaruh oleh adat kebiasaan. Kaum Adat adalah golongan pemeluk agama Islam yang masih terpengaruh oleh adat kebiasaan setempat. Adat kebiasaan itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, misalnya berjudi, minum minuman keras, dan menyabung ayam.

Karena perbedaan tersebut, Kaum Paderi dan Kaum Adat terlibat perselisihan paham yang cukup sengit. Perselisihan paham itu sampai menjurus pada pertempuran fisik. Imam Bonjol adalah pemimpin Kaum Paderi. Dalam pertempuran itu, Kaum Adat terdesak. Setelah terdesak, Kaum Adat meminta bantuan kepada Belanda. Akibatnya, meletuslah Perang Paderi dari tahun 1821 sampai 1827.

Bantuan Belanda kepada Kaum Adat sebenarnya hanyalah siasat saja. Belanda berusaha mengadu domba sesame rakyat Indonesia. Belanda hanya memanfaatkan situasi perselisihan antara kaum Adat dan Kaum Paderi. Mereka menyadari telah diadu domba oleh Belanda. Mereka akhirnya bergabung dan bersama-sama melawan Belanda. Setelah mereka bersatu, pasukan Belanda dapat dipukul mundur. Bahkan, benteng Belanda di Batu Sangkar dapat dikuasai oleh kaum Adat dan kaum Paderi.

Pada tahun 1873, pasukan Belanda dibawah pimpinan Kolonel Michiels kembali menyerang Bonjol. Belanda melakukan serangan besar-besaran. Akibatnya, pasukan Imam Bonjol kewalahan menghadapi Belanda. Akhirnya, Benteng Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Imam Bonjol ditangkap pada tanggal 25 Oktober 1837. Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur kemudian dipindahkan ke Ambon, dan terakhir ke Manado. Pada tanggal 6 November 1864, Imam Binjol wafat. Jasadnya dimakamkan di Desa Pineleng, Manado.

One Comment

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s