Apakah Kamu Erotomaniak?


Beberapa hari yang lalu teman baik ku sejak SMA berkunjung ke rumah. Dia terlihat sangat bahagia. Saat ku tanya ada apa, dia menjawab “Sepertinya aku sedang jatuh cinta”. Aku ingat hanya memberikan komentar “Aha, benarkah?”. Aku sudah berteman dengannya cukup lama dan harusnya aku tahu dia akan menjawab seperti itu. Masalahnya, setiap kali mendengar ceritanya tentang laki-laki yang entah itu temannya di gym, bos dan rekan di tempatnya bekerja, bahkan yang lebih parah, tetangganya yang baru saja lulus SMA, aku sangat yakin pria-pria ini juga menyukainya. Jadi kenapa temanku tidak pernah pacaran/berhubungan serius dengan satupun pria-pria itu.

Baru akhir-akhir ini aku mengetahui kejadian sebenarnya. Saat itu dia memintaku untuk menemaninya ke acara pernikahan salah satu rekan kerjanya. Dia menunjukkan bos nya padaku. Bos yang menurut temanku telah jatuh cinta padanya dilihat dari perhatian khusus yang selalu bosnya berikan. Aku bisa lihat bosnya memang perhatian padanya – bosnya hampir selalu menemani temanku saat di pesta. Tapi kemudian, saat aku perhatikan lagi, sepertinya bos nya memperlakukan semua karyawatinya sama. Saat aku memberitahu hal ini pada temanku, dia sedikt marah dan mengatakan karyawati lainnya yang terlalu kecentilan.

Saat berkunjung ke rumahnya, aku juga mengerti, anak berondong yang dia maksud yang sering mencari-cari perhatiannya dan jatuh cinta padanya, sepertinya hanya tipe anak muda yang memang senang menggombal. Kemudian aku berpikir “Sepertinya temanku hanya sedikit GR”. Tapi sepertinya itu bukan hanya perasaan GR  biasa karena pernah suatu ketika dia meneleponku sambil menangis mengatakan pria yang selama ini sangat perhatian padanya, akhirnya akan menikah dengan rekan kerja satu perusahaannya. Walaupun dia menangis, jelas sekali tidak ada rasa sedih dalam nada suranya. Dia hanya sibuk memaki-maki calon isteri pria tersebut – bahakan menyebut wanita itu menggunakan guna-guna untuk mencuri pacarnya. Aku sempat heran, karena aku tahu benar pria itu tidak pernah pacaran dengan temanku.

Jadi, baru-baru ini saat dia mengatakan sedang jatuh cinta, aku hanya berpikir “Kumat lagi penyakitnya”. Yup, sepertinya yang dialami temanku adalah sebuah penyakit psikologis yang dinamakan erotomania.

Menurut Gaetan Gatian de Clerambault, seorang psikiatris asal Perancis, erotomania adalah salah satu penyakit jiwa yang diderita seseoarang yang merasa dirinya dicintai oleh seseorang, padahal kenyataannya tidak.

Erotomania berasal dari bahasa Yunani, eros yang berarti cinta dan manic yang artinya berlebihan. Jadi arti harafiahnya adalah cinta yang berlebihan. Seorang erotomania memiliki pemikiran bahwa dia memiliki kontak batin dengan orang yang mencintainya itu. Dalam ilmu kejiwaan, erotomania merupakan gangguan yang dipengaruhi oleh dilusi atau isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan.

umumnya, penderita erotomania jatuh cinta dengan orang yang memiliki status sosial yang lebih tinggi dari dirinya, namun tidak berarti orang-orang biasa pun bisa menjadi objeknya. Objeknya pun kadang tidak cuma satu, tapi banyak dan dalam waktu yang bersamaan.

Erotomania pada kadar yang rendah biasa terlihat seperti sifat GR pada umumnya. GR biasanya cuma bersifat sesaat sedang penderita erotomania akan terus memupuk pikiran dan perasaannya sedalam mungkin. fantasinya akan berkembang terus, sampai dia yakin bahwa orang itu adalah pasangan hidupnya dan mereka seharusnya hidup bersama sampai maut memisahkan.

Walaupun merasakan cinta yang mendalam, penderita erotomania tidak pernah   berpikir secara seksual terhadap objeknya. Mereka hanya membayangkan memiliki momen-momen indah yang romantis dengan objeknya. Para erotomaniak juga akan berusaha menjalin komunikasi dengan objeknya baik dengan menelepon, email, atau bahakan sampai mengirimkan hadiah. Mereka juga terkadang menjadi penguntit dan mengikuti kegiatan yang dilakukan targetnya.

Menurut penelitian, penyakit ini biasanya disebabkan karena kurangnya perhatian yang diterima seseorang saat dia masih kanak-kanak. Kegagalan dalam membina hubungan dan perasaan sebagai seorang pecundang (rendah) juga bisa memicu munculnya penyakit ini.

Penderita erotomania yang telah masuk tahap akut (melakukan tindakan-tindakan kriminal: menguntit, meneror, dan bahkan membunuh), tidak akan bisa dikembalikan pada keadaan normal dan hanya bisa dibantu dengan obat-obatan seperti antidepresan sebagai penenang. Namun yang masih dalam taraf ringan, masih bisa diselamatkan dengan menggunakan Behavior Cognitive TherapyTerapi ini dapat meruntiuhkan ide-ide bahwa dia dicintai oleh orang-orang tertentu, kemuadian fantasinya dikembalikan pada kenyataan.

Penyakit ini sesungguhnya tidak bisa dihindari karena semua orang pasti akan merasakan jatuh cinta. Orang yang normal mungkin saja masih bisa mengatasinya, tapi bagi seseorang yang mungkin memiliki trauma masa kecil akan sangat kesulitan mengendalikannya.

Wah, kira-kira temanku sudah sampai taraf mana ya?

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s