Filsafat Abad Pertengahan – John Edward Bentley, Th.D


Dari abad ke-2 sampai ke-7 dan mengikuti penolakan Neoplatonisme yang mewakili tahap akhir filsafat Yunani, para pemikir dunia merubah sistem pemikiran mereka menjadi teologi.

  1. Umat Kristiani sebagian sudah siap untuk predisposisi menguntungkan yang muncul dalam kehidupan saat itu.
    1. Memenuhi kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan dan untuk kehidupan individu yang lebih mulia.
    2. Memperkenalkan dogma dan kewenangan kedalam agama dan filsafat, sebuah etika tinggi  kedalam kehidupan praktis dan kepercayaan akan keajaiban alam.
    3. Dasar umat Kristiani adalah Ibrani. Dasar itu menemukan ekspresi tertingginya dalam konsepsi satu makhluk tertinggi, arti dosa yang mendalam, rekonsiliasi dan penyatuan dengan Tuhan, yang dilakukan melalui perasaan dan kehidupan (tidak melalui pemikiran)
    4. Pastur umat Kristen mensistemasikan ajaran Yesus.
    5. Platonisme Kristen
      1. Hellenisme berpindah kepada Kristen melalui penyerapan sastra Platonik yang dengan sangat kuat mempengaruhi para pemikir Kristen.
      2. Di Alexandria, pemikiran Semitik melakukan kontak dengan pemikir Yunani terbaik dan membentuk semacam Neoplatonisme Kristen.

1)   Para pastur Latin (Tertullian, Arnobius, Lectantius, dan lainnya) menolak filsafat karena dianggap sebagai produk kafir.

2)   Para pastur Yunani (Clement dari Alexandria, Origen, dan Kristen Neoplatonik) mengolah pengetahuan filosofis.

a)        Berbagai serangan filsuf terhadap pemikiran Kristen mendorong pastur gereja mempelajari filsafat.

b)        Dengan hasil pelajaran ini, keyakinan Kristen disistemasikan menjadi dogma.

c)        Plato dan Kristen diperkirakan sama dalama pemikiran. Kebanyakan pemikir Kristen percaya bahwa Plato mendapatkan ide filsafatnya dari perjanjian lama.

AUGUSTINE (354 – 430 A.D)

  1. Augustine membentuk garis penghubung antara pemikiran Yunani dan spekulasi skolastik. Dia adalah Pastur Latin terbesar dari gereja Kristen.
    1. Dia lahir di Tagaste, Numidia, 353 A.D. Ibunya, Monika, adalah seorang Kristiani yang taat.
    2. Pada usia 16 tahun Augustin masuk ke Carthage untuk pendidikannya. Dia hidup dengan boros tapi tidak mengabaikan pendidikannya.
    3. Pada usia 20 tahun, Augustin menginginkan apa yang dia sebut “Semangaat kebijakan.”

(1)   Dia menyadari hal ini setelah membaca Horiensius karya Cicero.

(2)   Dia beralih kepada Scriptures tapi masih belum puas.

(3)   Dia menjadi dekat dengan para penyembah Manicheisme dan selama 9 tahun menjadi murid yang diakui.

(4)   Penelitiannya tentang Plato dan kedekatannya dengan Ambrose, Uskup Milan, membawanya pada ajaran Kristen.

(5)   Dia dibaptis sebagai Easter Eve, April 386, di Milan oleh Ambrose. Tradisi mengaitkan Te Deum dengan peristiwa ini.

(6)   Komunitas Kristen di Hippo Regius mendorongnya untuk menerima pentahbisan.

  1. Lima tahun setelah pentahbisan Augustin, Uskup Valerius menunjukknya sebagai rekan. Setelah kematian Valerius, Augustin menjadi Uskup Hippo.
  2. Augustin meninggal pada 8 Agustus 430 SM, setelah Vandal Afrika mengepung Hippo.
  3. Augustine tidak bisa dibandingkan dengan siapapun di dalam gereja Kristen sejak St. Paul.
    1. Dia memberikan makna kristologikal kepada gereja timur dan mengabdikan hidupnya pada gereja barat.
    2. Dalam dirinya, gagasan katolik dan keyakinan protestan bertemu.
    3. Kerajaan Romawi yang suci didirikan di atas De Civitas Dei nya, dimana selama ribuan tahun mendominasi perkembangan era pertengahan.
    4. Dalam prinsip filsafat Augustin, masalah pada era itu dikembangkan dan pandangan dunia dipersembahkan yang kemudian menyimpulkan pemikiran Patristik dan menuntun filsafat Kristen hingga ke abad-abad yang akan datang.
      1. “Augustine berdiri di atas peralihan dua dunia.” Dunia yang lama telah berlalu; dunia baru masuk setelah warisannya dan turun kepadanya untuk menengahi perpindahan budaya yang satu ke budaya yang lain. (Warfield)

(1)   De Civitas Dei memperlihatkan motivasi Augustine untuk menemukan pembenaran untuk Kristen dalam filsafat sejarah dimana dia adalah pendirinya.

(2)   Dengan Augustin, segalanya didominasi oleh keinginan terdalam pikiran, hati, cinta, dan harapan.

(3)   Kepribadiannya dikenal melalui Confession nya.

  1. Filsafat Augustin mengenal dua posisi dari pemikiran yang bertentangan:
    1. Dia menekankan  pada hakikat diri sebagai kehendak aktif (kebebasan berkehendak)
    2. Dia mengenal fakta kewenangan.

(1)   Yang pertama dari kedua posisi ini adalah kemajuan untuk masanya. Masa dimana, baik gereja maupun pemerintah, menuntut posisi kedua. Karenanya gereja, untuk menjadi media antara Tuhan dan manusia, menawarkan kewenangan melalui sistim doktrin yang sempurna.

(2)   Posisi kedua menuntun Augustin dari seorang filsuf menjadi seorang teolog dan memperkenalkan interpretasi ilmunya – satu-satunya ilmu yang sepadan menjadi ilmu Tuhan dan manusia.

(a)    Tuhan adalah penulis pemahaman. Diberikan kepada manusia supaya mereka mengenal Tuhan. Pemahamanlah yang akan membawa jiwa kepada komunikasi tercepat pada kebenaran yang kekal.

B.   SCHOLATISISME (Filsafat Para Sarjanawan)

  1. Filsafat Patristik mencapai puncaknya pada sistem Augustin. Itu adalah produk terbaik terakhir dari peradaban Kriten klasik.
    1. Pada saat kekaisaran Romawi runtuh, satu-satunya institusi yang mampu bertahan dalam hukum dan aturan adalah gereja.
    2. Para Goth membuang Roma tapi menghormati gereja dan menawarkan perlindungan.
    3. Sastra dan budaya Yunani dan Roma menjadi hampir punah.

(1)   Suku barbar memulai “Era kegelapan”

(2)   Satu-satunya filsafat yang bertahan yaitu yang telah disaring melalui tulisan para pastur.

  1. Dari Augustin sampai abad ke-9, pembelajaran terdiri dari dogma gerejawi yang secara spiritual tanpa kehidupan. Itu sedikit lebih baik daripada menjaga tradisi masa lampau. Plato dan Aristoteles hanya sedikit dikenal.

(1)   Biara mendirikan sekolah tapi hanya sedikit memberi instruksi.

(2)   Charlemagne, kaisar dari kekaisaran Frankish, meminta sarjanawan ke istananya dan mendirikan kembali tujuh perintah liberal.

(a)    Sarjanawan berikut ini penting :

  1. Paul, deacon ( Sejarawan Lombard)
  2. Einhard
  3. Angilberd
  4. Alcuin (735-804) penasehat  utama kaisar dalam bidang pendidikan.

Diluar buku teks Alcuin, tidak ada kontribusi sastra yang penting hingga pertengahan abad ke-9, ketika John Scotus Erigena memulai filsafat Patristik.

JOHN SCOTUS ERIGENA

(Pelopor Aktivitas Skolastik)

  1. Dalam sistem yang dinamakan De Predestinatione, Erigena menyatakan bahwa agama dan filsafat yang sebenarnya adalah serupa.
    1. Filsafat yang benar bertumpu pada kesatuan Tuhan.
    2. Keyakinan (agama) adalah bentuk penerimaan dogma yang di dukung oleh pemahaman (filosofi).
    3. John Scotus Erigena adalah seorang Neoplatonis dalam filsafat dan seorang Augustanian dalam ilmu agama.
      1. Dia menyatakan bahwa Tuhan adalah penyebab pertama segala hal; bahwa Tuhan menciptakan dunia sesuai rencana dan dunia merupakan bentuk pernyataan akan keberadaannya.
      2. Scotus Erigena membangkitkan ajaran Neoplatonisme, dengan keberadaan yang heirarki, yang lambat laun membentuk kembali teologi abad pertengahan.
        1. Dia membuat otoritas primal dan pemikiran skolastik antidates dengan memberikan tempat kedua untuk mempertanyakan, menganggapnya sebagai  “Theophany” -  sebuah manifestasi yang berfungsi sebagai pedoman menuju kenyataan.
        2. Kesarjanan Yunani  dan kemistikan Kristen terlalu hebat untuk memikat masa barbar pada umumnya.
        3. Erigena adalah garis penghubung antara Neoplatoisme dan gereja abad pertengahan. Dia secara mendalam mempengaruhi humanis Inggris dan Italia.
  1. KARAKTERISTIK SKOLASTIK AWAL
    1. Bertujuan untuk memperlihatkan penerimaan kebenaran dengan metode deduksi.
    2. Minat ilmiah adalah dunia yang superior.
    3. Keinginan untuk menyediakan dalil ilmiah mengembangkan filsafat baru.
    4. Keilmiahannya metapisikal, lebih peduli tehadap kejiwaan daripada bagaimana ia dilakukan (etika, psikologi) maka mereka mengabaikan fakta studi empiris.
    5. Kebaikan tertinggi adalah renungan hidup tentang keyakinan dan pengetahuan.
    6. Kebenaran yang diterima oleh  indera dianggap tidak penting: berpikir itu penting dan logika silogistik esensial dalam memunculkan ilmu pengetahuan.
    7. Karena orang-orang yang berpendidikan menjadi penganalisis kehidupan yang lebih cerdas dengan menggunakan logika.
  2. TAHAPAN SKOLATISISME
    1. Kontribusi John Scotus Erigena, pendahulu gerakan.
    2. Masa pengaruh platonik dan konsepsi. Pada tahap ini, Platonisme, Neoplatonisme, dan Augustianisme sangat dominan.
      1. Ide platonik adalah esens nyata (universal) dan lahir sebelum hal lainnya (khusus)
      2. Anselm adalah perwakilan terdepan Realisme Platonik ini.
      3. Periode realisme Aristoteles, abad ke-13, masa yang paling berjaya, dimana Kristen mengikuti ajaran Aristoteles.
        1. Universal adalah nyata di dalam halnya (bukan sebelumnya)
        2. Thomas Aquinas adalah perwakilan terdepan.
        3. Nominalisme (abad ke-13) menantang teori Aquinas dan menyatakan bahwa universal bukanlah esens dari segalanya tapi konsep dalam pikiran, hanya nama, karena hal tertentu adalah nyata,
          1. John Duns Scotus adalah perwakilan terdepannya.
  3. INTERPRETASI UMUM DARI SKOLATISME.
    1. Skolatisme, dalam istilah nyata, cukup untuk sebuah dunia yang ideal, sistem ide atau bentuk, yang digambarkan sebagai esensi kualitas dari suatu hal.
      1. Dunia itu rasional dan logikal serta dapat diajarkan dan diekspresikan dengan pemahaman.
      2. Jika ide universal adalah hanya nama (nominal), dan jika tidak ada yang nyata sesuai dengan hal khusus ini (nama), kita tidak bisa memiliki pegetahuan tentang dunia.
      3. Masalah ini – realitas universal melawan realitas hal tertentu – merupakan puncak dari dialektiks skolastik.
      4. Nominalisme, adalah lawan dari realisme, oleh karena itu kadang memperlemah ikatan antara filsafat dan agama.
        1. Dalam periode modern, filsafat nominalisme bergabung dengan induksi, empirisme dan ilmu fisik.
        2. Dua pandangan dilibatkan dalam skolatisme yang umum: (1) Dogma menyalurkan pemahaman dan tidak dijelaskan oleh filsafat; (2) Dogma tertentu bisa dijelaskan oleh filsafat.
  1. SKOLATISME PADA ABAD KE-11 DAN 12 (Dikenal Dengan Periode Pertama Skolatisme)

ST. ANSELM (1033 – 1109)

(Pendiri Skolatisme di barat, Kepala Biara Bec, kemudian menjadi Uskup Agung Canterbury)

  1. Tulisan Anselm memberikannya gelar – “Augustin ke dua” karya besarnya adalah:  (1) Dialogus de grammatico. (2) Monologium de ratione fidei  (3) Proslogium sive fides quarens intellectum (4) De veritate. (5) De fide trinitas (6) Cur deus homo
  2. Anselm menyatakan bahwa keyakinan adalah hal terpenting dan harus mendahului pikiran filosofikal.
    1. Kami tidak mengeluh untuk apa yang mungkin kami percaya; kami percaya untuk sesuatu yang mungkin kami tahu.
    2. Anselm mencari cara untuk merasionalisasi keyakinan dan dogma Kristen dan menyatakan bahwa dimana tujuan goyah, kita harus tunduk pada keyakinan.
    3. Monoligiumnya memanfaatkan argumen kosmologis untuk membuktikan keberadaan Tuhan.
    4. Proslogiumnya adalah risalah platonik yang menyimpulkan keberadaan Tuhan dari konsep ketuhanan.
    5. Car Deus Homo mempersembahkan teori pengampunan Anselmik yang menghasilkan konflik keadilan dan pengampunan Tuhan.
      1. Dia mempertahankan bahwa keberadaan Tuhan, doktrin triniti, dan roh suci, melampaui penjelasan apapun.
      2. Keyakinan Anselm adalah Augustinian; landasan intelektualnya  adalah platonik.

ROSCELLINUS (1050 – 1122)

  1. Roscellinus menyatakan bahwa dunia hanyalah sebuah nama, bahwa hanya hal-hal tertentu saja yang keberadaannya nyata.
    1. Pernyataan ini menimbulkan kemarahan para ahli agama tradisional.
    2. Dunia, bagi Roscellinus, adalah simbol atau nama dari kenyataan yang lebih dalam.
    3. Dihadapkan dengan Anselm, Roscellinus dipaksa meninggalkan posisinya di Synod Soissons pada tahun 1092 dan stigma bid’ah ditempatkan diatas Nominalisme.

WILLIAM DARI CHAMPEUX (1070 – 1121)

(Profesor Universitas Paris dan murid Roscellinus  yang mempererat posisi Anselm)

  1. William sepenuhnya mengubah posisi Roscellinus dan menyatakan bahwa tidak ada yang nyata tapi universal, individual hanyalah nama.
  2. Semua individu pada dasarnya adalah sama, berbeda hanya pada manifestasi umum dari esensi mereka. Yaitu, orang-orang Kristiani dan orang-orang bermarga.
  3. Posisi Champeaux memperluas cabang dan mempersiapkan jalan bagi konseptualisme rasional Abelard.

PIERRE ABELARD (or Abailard – 1079 – 1142)

(Sang Konseptualis)

  1. Peter Abelard awalnya adalah murid dari Roscellinus dan kemudian menjadi murid William Champeraux.
    1. Dia bertengkar dengan William, dicela sebagai seorang heraktik dan dipaksa mengundurkan diri.
    2. Abelard adalah seorang radikal yang paling berani pada masanya dan pada dasarnya seorang kritikus.
      1. Dalam sebuah buku kecil – Six et Non – dia memberikan pandangan yang menentang otoritas (dicta pro et contra) dan meninggalkan solusi permasalahannya kepada penontonnya.
      2. Seratus lima puluh poin teologi dikutip untuk menunjukkan bahwa tidak ada pengajaran patristik seragam yang bisa diandalkan.
      3. Dia menghormati gereja tapi musuh abadi tradisi gerejawi.
      4. Pemikiran filsafatnya dipengaruhi oleh umurnya dan memperjauh pencerahan budaya kemanusiaan dan reformasi.
      5. Doktrin konseptualisme Abelard (teori yang menyatakan bahwa kebenaran universal hanya konsep dari pikiran) menegahi Realisme dan Nominalisme.
        1. Dia menyatakan bahwa dunia tercipta di dalam individu. Di luar invidu, dunia muncul hanya dalam bentuk konsep.

PETER THE LOMBARD (+ 1164)

(Murid dari Abelard yang mengikuti metode gurunya dalam sebuah buku mengenai teologi, yang disebut Four Book Of Sentence) 

  1. Radikalisme Abelard terlalu tidak bijak dan tidak aman untuk ditiru. Sekolah baru dibutuhkan untuk menyetir gerejawi dari heterodoksi. Kebutuhan ini ditemukan oleh Peter’s Sentence.
  2. Manual disusun dari berbagai penulis dan  menetap dengan doktrin gereja dan kepercayaannya. Menyesuaikan kebutuhan zaman saat itu hingga nantinya publikasi Summa Theologica oleh Thomas Aquinas.

BERNARD OF CLAIRVAUX (1091 – 1153)

(Sarjana ortodok paling terkemuka dan seorang ilmu mistik kesalehan)

  1. Bernard mendirikan biara Cistercian di Clairvaux dan merupakan kekuatan moral terhebat pada masanya.
  2. Keortodoxannya membawanya pada penyerangan final atas Abelard yang menjamin  hukumannya di Synod Sens pada tahun 1141.

JOHN OF SALISBURY (1115 – 1180)

(Seorang gerejawi Inggris dan kritikus seluruh pergerakan Skolastik)

  1. John Salisbury memberikan informasi berharga tentang banyak sarjanawan,
  2. Dia menganggap keseluruhan pergerakan terlibat dalam kontroversi yang tak ada hasilnya dan menuntut reformasi logika skolastik dalam karyanya Metalogicus.
    1. Semua pengetahuan, dia deklarasikan, haruslah praktis.
    2. Dia menganjurkan independensi yang absolut dari gereja dan negara dalam bukunya Policraticus.
  1. SKOLATISME MENJADI MISTIS
    1. Gereja Kristen dirasionalisasikan dan diubah menjadi intelektualisme dogmatik.
      1. Tuhan dikenal dari pengalaman.
      2. Alam dan Tuhan jelas menjadi pemahaman.
      3. Garis mistik pemikiran dalam skolatisme dilihat dari:

(1) Bernard Of Clairvaux (2) Hugo dari biara Augustinian St. Viktor di Paris (3) Richard dari St. Victor (4) Walter dari St. Victor.

  1. Mistik biasanya menyatakan bahwa Tuhan tidak dapat dicapai dengan dialektika atau logika tapi dalam kontemplasi mistik melalui aktivitas empirik dari jiwa. Keyakinan dapat di rasionalisasikan.
    1. Moto dari mistik adalah : cogitatio, meditatio, contemplatio
    2. Mistisisme tidak pernah memenangkan kepemilikan yang tak terbantahkan dari pemikiran pertengahan.
  2. PENOLAKAN TERHADAP SKOLATISME AWAL
    1. Pada akhir abad ke-12, oposisi dikembangkan menuju Skolatisme.
      1. Minat dalam ilmu pengetahuan alam ditawarkan melalui terjemahan Latin dari sastra Arab.
      2. Sarjanawan bukan ortodox dikutuk sebagai heraktik.
      3. Teology terancam.
      4. Dogma disesuaikan oleh penjaga Ortodox dari keyakinan dan perintah pengajaran yang diundangkan – Dominikan dan Franciskan.
      5. Pemahaman dan keyakinan dipaksa untuk setuju.
      6. Pengetahuan baru masuk kedalam dunia pertengahan, yaitu:
        1. Tulisan Aristoteles
        2. Karya Yunani tentang astronomi
        3. Komentar Rabi dan Yahudi tentang Aristoteles muncul:

1)   Pada masa ini Aristoteles tidak terlalu diterima. Neoplatonisme sedang marak.

2)   Terjemahan baru Aristoteles dibuat dan lambat laun diterima oleh Skolastik selanjutnya. Pada akhirnya menghasilkan bentuk baru dalam kordinasi agama dan filosafat.

3)   Teori Aristoteles tentang alam, pengakuannya tentang spiritual Tuhan, memperkuat teologi dan mempererat dogmatisme.

  1. SKOLATISME ABAD KE-13 (Periode kedua dari skolatisme)
    1. Filsafat platonik dan teologi Augustinian telah dimasukkan dalam sintesis.
    2. Dengan penemuan Aristoteles yang “baru”, Skolatisme abad ke-13 memberikan masalah dalam asimilasi.
    3. Beberapa skolastik tetap Ortodox – Alexander dari Hales, Henry dari Ghent.
    4. Beberapa skolastik mencari cara untuk mensintesiskan teologi dengan Aristoteles – Albertus Magnus, Thomas Aquinas, Duns Scotus.
    5. Beberapa pemikir hanya meneliti Aristoteles – Siger dari Brabant.
    6. Pergerakan yang paling penting adalah sintesis skolatisme dengan filsafat peripatetik.
      1. Periode aktivitas intelektual skolastik terhebat dimulai oleh Alexander dari Hales dan dimulai melalui kontroversi Thomist Scotist.

ALEXANDER OF HALES (       - 1245)

(Doktor yang tidak terbantahkan)

  1. Alexander adalah orang Inggris yang menjadi guru besar di Universitas Paris. Dalam kepercayaan, dia seorang Franciskan.
  2. Dia adalah sarjanawan pertama yang berkenalan dekat dengan Aristoteles.
  3. Dia menciptakan Summa universe Theologue

(1)     Karyanya menampilkan pertanyaan dan jawaban berdasarkan keyakinan yang didukung oleh pastur Latin, dan pemahaman yang didukung oleh filsafat klasik Yunani.

(2)     Landasannya adalah Augustinian.

ALBERTUS MAGNUS (1193 – 1280)

(Sang Doktor Universal)

  1. Albertus adalah pengorganisasian intelektualitas pada masa pertengahan.
  2. Dia adalah seorang dominikan Jerman, belajar di Paris, Padua, dan Bologna.
  3. Albert diajar di Paris dan Cologne.
    1. Dia adalah seorang eksponen Peter Lombard dan Aristoteles.
    2. Dia memiliki minat untuk ilmu pengetahuan alam dan dianggap sebagai pendahulu Roger Bacon.
    3. Dia adalah tutor Thomas Aquinas.
    4. Albert mencoba untuk memisahkan teologi dan filsafat.
      1. Dia mempertahankan bahwa doktrin dasar kristiani tidak boleh didemonstrasikan dengan logika.
      2. Bahwa ultimat dan kenyataan tidak memiliki awal.
      3. Bahwa ilmu pengetahuan  memiliki awal eksternal, karena keduanya berbeda.

THOMAS AQUINAS (1225 – 1274)

  1. Aquinas menyempurnakan pemikiran Albertus Magnus dan menjadikannya sistem pemikiran yang komprehensif.
  2. Karyanya yang abadi adalah sebuah volume yang komprehensif disebut Summa Theologica, yang memperlihatkan rasionalitas dunia sebagai wahyu Tuhan.
    1. Ilmu pengetahuan memiliki Universal sebagai objeknya, karena universal harusnya nyata, atau sama sekali tidak ada kebenaran.
    2. Aquinas berpendapat bahwa seluruh pengetahuan harus diorganisasikan di bawah teologi dan diajarkan oleh orang yang berwenang di gereja. Dia mempertahankan bahwa ada dua sumber pengetahuan, yaitu:

(1)   Wahyu. Filsafat tidak bisa memperlihatakan keberadaan Tuhan sebelum Tuhan itu sendiri menunjukkan dirinya dihadapan manusia melalui inkarnasi dan trinitas. Oleh karena itu, gereja merupakan awal dan akhir kebijaksanaan.

(2)   Pemahaman. Kebijaksanaan merupakan hasil Tuhan yang merupkan intelek tertinggi.

  1. Summa Theology adalah kesimpulan logis dari semua pengetahuan dari masa Aquinas.
  2. Rasionalisme Aquinin menggantikan teologi Augustinian dan menjadi basis dari dogma Katolik.
    1. Aquinas mengumpulkan teologi dan filsafat dan menjadikan mereka satu.

(1)   Tujuan haruslah Ilahi (teologi); agama haruslah rasional (filsafat).

  1. Paus Leo XIII menjadikan filsafat Aquinas sebagai filsafat resmi dari gereja katolik.
  1. RASIONALISME SKOLASTIK DITANTANG OLEH MISTISISME, PENTEISME, DAN ILMU PENGETAHUAN.

BONAVENTURA (John Fidanza, 1221 – 1274)

  1. Bonaventura, seorang Fransiskan dan murid Alexander Hales, penganut mistik, mendukung Augustinian dan Platonisme dan menetang “Realisme” Aquinas.

ROGER BACON (1214 – 1294)

  1. Seorang biksu Fransiskan di Oxford, mempelajari matematika dan bahasa. Dia menganggap subjek ini sangat dipelukan oleh teologi dan filsafat.
  2. Bacon menulis sebuah buku penting yang berjudul Opus Major yang memprakarsai pergerakan ilmiah modern.
    1. Kontribusinya menekankan perlunya pengalaman dua kali lipat:

(1)   Manusia dan pengalaman filsafat bergantung pada pengertian eksternal, dan

(2)   Pencerahan internal atau Inspirasi ilahi, yang mana datangnya pengetahuan mistis.

JOHANNES DUNN SCOTUS (1266/74 – 1308)

  1. Duns Scotus adalah seorang biksu Fransiskan di Oxford.
  2. Dia mendiskusikan masalah universal dalam dua belas volume.
  3. Kritikannya, kemampuan dialektika, dan logikanya yang halus mengguncang gengsi dari dokrin Kristen orthodox Augustinian dan Aquinisme.
  4. Dia menjadikan filsafatnya sebuah ilmu pengetahuan yang berbeda dan bahkan menentang teologi yang sudah ada.
    1. Dia mengakui kebutuhan akan wahyu (teologi) dan menganjurkan peran dari pemahaman dimana gerejawi harus disesuaikan (filsafat)
    2. Filsafatnya bisa disimpulkan sebagai berikut:
      1. Dogma tidak dapat diragukan lagi; keyakinan yang merupakan dasar dari kebenaran cinta adalah dasar kebajikan.
      2. Universal muncul sebelum yang lainnya, sebagai bentuk pemikiran Tuhan; dan setelah lainnya, sama abstraknya di dalam pikiran manusia.
      3. Sifat yang universal (atau esensi) dilengkapi oleh sifat individual dan prinsip perbedaan adalah individualisasi. Konsep umum (universal) akhirnya membawa kita pada individu (nominal, khusus).
      4. Duns Scotus setuju dengan Aquinas dalam berbagai hal; perbedaan terbesarnya adalah bagaimana caranya mengimplementasikan kehendak, tidak menghitung kepentingan tertinggi dari intelek Aquinas. Scotus menjadikan kehendak sebagai sesuatu yang tertinggi.
        1. Perbedaan ini membawa pada kontroversi Scotish-Thomist

Source: Hasil terjemahan Bab V Buku “PHILOSOPHY An Outline – HistoryJohn Edward Bentley, Th.D.

Untuk Terjemahan Bab VIII  Rasionalisme Kontinental, di sini

About these ads

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s